Efek Pemberian Kefir Susu Kambing Madu pada Gambaran Histopatologi Pankreas dan Fungsi Ginjal pada Tikus Diabetes
Latar Belakang: Diabetes menjadi penyakit yang semakin umum terjadi. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan kerusakan pankreas dan gangguan fungsi ginjal. Salah satu upaya pencegahan dan pengobatan diabetes melitus tipe 2 melalui pangan fungsional. Kefir s...
Saved in:
Main Authors: | , , |
---|---|
Format: | Article |
Language: | English |
Published: |
Universitas Airlangga
2024-12-01
|
Series: | Amerta Nutrition |
Subjects: | |
Online Access: | https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/63319 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Latar Belakang: Diabetes menjadi penyakit yang semakin umum terjadi. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan kerusakan pankreas dan gangguan fungsi ginjal. Salah satu upaya pencegahan dan pengobatan diabetes melitus tipe 2 melalui pangan fungsional. Kefir susu kambing dengan penambahan madu memiliki sifat antidiabetes dan antioksidan yang diyakini memiliki potensi untuk menangani kerusakan pankreas dan gangguan fungsi ginjal.
Tujuan: Mengevaluasi efek pemberian kefir susu kambing dengan penambahan madu pada gambaran histopatologi pankreas dan fungsi ginjal pada tikus diabetes.
Metode: Penelitian true experimental yang dilakukan pada 42 tikus Sprague-Dawley jantan usia 6-8 minggu dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan: Tikus Sehat(KS); Tikus DM(KN); quercetin(K1); metformin(K2); Kefir(P1); Preventif(P2). Tikus model diabetes dikondisikan dengan pemberian HFD dan injeksi streptozotosin. Pemberian kefir secara oral diberikan 1,8 ml/200g BB/hari selama 21 hari pada kelompok KK dan KP. Fungsi ginjal dianalisis dengan pre-post test melalui pengukuran kadar BUN dan kreatinin, sementara pemeriksaan gambaran histopatologi dievaluasi pada akhir penelitian. Uji Kruskal-Wallis dan Uji lanjut Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis data.
Hasil: Tikus P1 memiliki kadar Kreatinin 0,57 ± 0,07 mg/dL; BUN 27,56 ± 6,22 mg/dL; Jumlah Sel Beta 104,2; Luas Pulau 170,26. Kadar BUN (p-value=0,083), Kreatinin (p-value=0,016), Luas Pulau Langerhans (p-value=0,026). Kreatinin Tikus P1 berbeda signifikan dengan KN (p-value<0,05).
Kesimpulan: Pemberian kefir susu kambing dengan penambahan madu pada tikus diabetes melitus tipe 2 menunjukkan efek menguntungkan terhadap kadar BUN, kreatinin, dan gambaran histopatologi pankreas seperti diberikan metformin. |
---|---|
ISSN: | 2580-1163 2580-9776 |