Rendahnya Pengetahuan Gizi Ibu dan Defisiensi Asupan Energi Balita sebagai Faktor Risiko Stunting di Wilayah Pertanian
Latar Belakang: Stunting adalah salah satu permasalahan gizi paling signifikan di Indonesiea, persentase kejadian tertinggi dibandingkan masalah gizi lainnya. Faktor yang mempengaruhi meliputi asupan makanan balita, pola asuh, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengetahuan ibu, serta kerawan...
Saved in:
Main Authors: | , , |
---|---|
Format: | Article |
Language: | English |
Published: |
Universitas Airlangga
2024-12-01
|
Series: | Amerta Nutrition |
Subjects: | |
Online Access: | https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/63145 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Latar Belakang: Stunting adalah salah satu permasalahan gizi paling signifikan di Indonesiea, persentase kejadian tertinggi dibandingkan masalah gizi lainnya. Faktor yang mempengaruhi meliputi asupan makanan balita, pola asuh, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengetahuan ibu, serta kerawanan pangan.
Tujuan: Penelitian ini mempunyai tujuan mengidentifikasi aspek yang mempengaruhi kejadian stunting di Kecamatan Sumowono.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain case-control. Sampel kasus yang digunakan merupakan ibu dengan balita stunting usia 12-59 bulan, sementara sampel kontrol adalah ibu dengan balita normal. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Variabel yang diteliti yaitu pengetahuan ibu, ketahanan pangan, asupan gizi, usia ibu, pekerjaan ayah, pendapatan keluarga, penerima BLT, pola asuh, pelayanan kesehatan, dan kesehatan lingkungan. Data karakteristik responden, pengetahuan ibu, dan ketahanan pangan keluarga diperoleh melalui kuesioner dan observasi, sedangkan data asupan gizi balita didapatkan dengan memakai formulir recall 24 jam. Analisis data menggunakan analisis bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik ganda).
Hasil: Mayoritas ibu dengan balita stunting mempunyai pengetahuan buruk (81,1%) dan keluarga rawan pangan (86,5%). Hasil uji bivariat memperlihatkan hubungan antara pekerjaan ayah (p-value=0,019), pendapatan keluarga (p-value=0,001), pengetahuan ibu (p-value=0,001), ketahanan pangan keluarga (p-value=0,001), asupan gizi balita berupa energi (p-value=0,001), protein (p-value=0,001), vitamin A (p-value=0,036), vitamin D (p-value=0,027), seng (p-value=0,036), pola asuh (p-value=0,011), dan kesehatan lingkungan (p-value=0,001) dengan kejadian stunting. Faktor dominan yang mempunyai pengaruh terhadap kejadian stunting berdasarkan hasil analisis bivariat dan multivariat adalah pengetahuan ibu (OR=19,144; CI:1,919–190,953; p-value=0,012) dan asupan energi balita (OR=227,996; CI:16,899–3076,100; p-value=0,001).
Kesimpulan: Kejadian stunting di Kecamatan Sumowono dipengaruhi pengetahuan ibu dan asupan energi balita. |
---|---|
ISSN: | 2580-1163 2580-9776 |