Perbedaan Status Gizi, Pola Makan, Riwayat Diare, dan Pengetahuan Gizi Seimbang pada Anak Autisme dan Non-Autisme di Jakarta

Latar Belakang: Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah sekumpulan kondisi yang ditandai dengan kesulitan bersosialisasi dan berkomunikasi. Anak dengan ASD berisiko mengalami overweight karena pola makan selektif dan kurangnya pengetahuan gizi pengasuh, serta sering mengalami diare akibat kekurangan e...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Andini Rizky Aulia, Sintha Fransiske Simanungkalit, Firlia Ayu Arini
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Airlangga 2024-12-01
Series:Amerta Nutrition
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/63151
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar Belakang: Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah sekumpulan kondisi yang ditandai dengan kesulitan bersosialisasi dan berkomunikasi. Anak dengan ASD berisiko mengalami overweight karena pola makan selektif dan kurangnya pengetahuan gizi pengasuh, serta sering mengalami diare akibat kekurangan enzim untuk mencerna zat gizi tertentu. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status gizi, pola makan, riwayat kejadian diare, dan pengetahuan gizi seimbang orang tua atau pengasuh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan 102 sampel (51 ASD dan 51 Non-ASD) yang dikumpulkan melalui cluster random sampling. Data status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri, pola makan melalui kuesioner SQ-FFQ, dan pengetahuan gizi pengasuh serta riwayat diare dari kuesioner. Analisis data menggunakan uji beda rata-rata Independent Sample T-test atau Mann Whitney. Hasil: Hasil menunjukkan perbedaan signifikan pada status gizi TB/U (p-value=0,006), frekuensi konsumsi makanan pokok (p-value=0,018), protein hewani (p-value=0,014), produk olahan susu (p-value=0,001), jumlah konsumsi makanan pokok (p-value=0,016), produk olahan susu (p-value=0,003), asupan lemak (p-value=0,037), asupan serat (p-value=0,033), frekuensi diare (p-value=0,042), dan durasi diare (p-value=0,042). Namun, tidak ada perbedaan signifikan pada status gizi IMT/U (0,410) dan skor pengetahuan gizi pengasuh (p-value=0,855). Namun, tidak ada perbedaan signifikan pada status gizi IMT/U (0,410) dan skor pengetahuan gizi pengasuh (p-value=0,855). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa anak ASD dan non-ASD memiliki perbedaan pada status gizi, pola makan, dan riwayat kejadian diare.
ISSN:2580-1163
2580-9776